“DI SUATU PAGI......”
Pagi yang cerah. Harusnya inipun adalah awal yang cerah. Namun sepertinya tidak dengan langkah-langkahku. Aku sudah berusaha untuk memulai hari ini dengan semangat. Tetap saja persendianku lemas,langkah ku gontai.
Ya allah....
Andai saja aku boleh memilih,pasti aku akan mencari sebuah sekolah yang dekat dengan rumah ku.
Atau !!! Ku buat rumah sedekat mungkin dengan sekolah yang ku inginkan. Aduhai.......betapa indah nya. Pasti pada setiap detak jantungku ku serukan kalimat-kalimat pujian bagiMu.
Matahari pagi semakin memancarkan sinarnya. Kulihat di depan sana segerombolan anak berseragam berjalan tergesa-gesa. Aku yakin sekali mereka sedang terburu-buru agar tidak terlambat masuk sekolah. Sesekali aku melihat anak-anak bermotor memacu laju motornya. Pasti !!! Diapun sama. Tidak mau ketinggalan sedetikpun pelajaran di sekolahnya.
Aku..... Subhanallah !!! Ku lihat jam di tangan ku. 06.30 WIB.
Duhhh.....lima belas menit lagi. ! Berarti... Sudah lima belas menit aku berjalan. Ya lima belas menit. Rabby..... Tak tega aku membayangkan betapa setiap hari aku harus berjalan selama kurang lebih satu jam pulang pergi nya. Mana lagi ketika aku harus kembali ke sekolah karena ada kegiatan lain. Bisa jadi dua jam pulang pergi.
Tuhan.....beri aku kekuatan.bintik-bintik kecil keringat mulai ku rasakan. Suhu tubuhku mulai menghangat. Bersama tetesan-tetesan kecil keringat di dahiku kakiku terus melangkah.
Dan......kaki ku mulai lemas.terbayang kala pagi tadi aku mempersiapkan segala hal yang harus aku bawa. Beberapa buku pelajaran,buku catatan,beberapa bolpen,dan lain-lain yang mungkin di butuhkan saat aku belajar nanti. Saat aku masukkan semua perlengkapan itu ke dalam tas besar ku.
Dan....aku pun tersenyum. Lucu rasanya. Berjalan tergesa-gesa menelusuri jalan dengan memanggul tas besar di pundak. Sesekali menghela napas berat untuk membuang beban yang terasa semakin menghimpit dada.
Aku jadi berpikir seolah sedang membawa persenjataan untuk menumpas musuh besar.
Musuh besar ??? Aku berpikir lagi. Musuh besar !!!
Ada benarnya juga kurasa. Bukan kah musuh besar manusia itu adalah SETAN ???
Ya benar ! “Aku pernah mendengar bahwa yang paling di sukai syetan pada diri manusia adalah kebodohan. Dan sebalik nya yang paling di takutinya adalah ilmu pengetahuan. Karena dengan ilmu manusia bisa berada sedekat mungkin dengan tuhan nya.
Berarti.....
Saat ini, aku benar-benar sedang bertempur melawan musuh besarku. SETAN !!!
Dan berarti... Jika aku bisa mengalahkan musuh besarku yang selalu mengganggu perjalanan hidupku,lebih-lebih saat aku inginkan menghapuskan kebodohan dalam diriku, adalah sebuah harga yang sangat pantas aku dapatkan untuk kelelahan yang setiap hari aku jalani.
Hemmzz.... Langkah ku semakin cepat.. Lima menit lagi,lima menit lagi,aku akan berhasil mengalahkan musuh besar ku pada ronde pertama. Dan pastinya juga aku berjanji akan mengalahkan musuh besar ku pada ronde kedua,ketiga,keempat,bahkan pada ronde yang keseribu. Insyaallah.
Kini.....
Aku bertekad untuk selau memeranginya.
Langkahku semakin mantap.
Bahkan mungkin tidak lagi pantas disebut berjalan.
Yaaaa.....kini aku berlari karena lima menit lagi.
Lima menit lagi aku menyelesaikan pertempuranku. Lima menit lagi aku akan berjumpa dengan para pahlawan. Aku tidak mau ketinggalan doa pagiku bersama para pendekar dan para pahlawan. Aku tidak mau ketinggalan sedetikpun ilmuku hari ini dan hari-hari esok tentunya. Sanyup terdengar suara hiruk pikuk para pendekar yang sudah mencapai keberhasilan memerangi musuh besar nya. Terima kasih tuhan. Akhirnya aku pun memenangkan pertempuran ini.
“ sahabatku para pendekar”
Mari kita renungkan sebait mutiara syair dari alfiyah ibnu malik dibawah ini :
Barang siapa yang tidak mau merasakan pahitnya beajar sesaat saja,maka dia akan dipaksa merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
Kawan ku.....percepatlah langkah mu dalam usaha .
Ketahuilah ! Barang siapa mempercepat buruan sejak shubuh, akan cepat pula mendapat mangsa buruan.
Sesungguhnya orang yang mempunyai hajat,jika tidak mau beranjak dari tempat tinggal nya,bagaikan burung terpenjara dalam sangkar.
The end.....
Emylina
XI IPA 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar