Gunung Jaddih, Wisata
Baru di Bangkalan
- Gunung Jaddih merupakan tempat wisata baru di Bangkalan, Madura, Jawa
Timur. Letaknya sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Kabupaten Bangkalan, Jawa
Timur.
Memang jauh dari tempat wisata andalan di Bangkalan. Sekitar 20 kilometer dari
lokasi wisata Pantai Rongkang di Kecamatan Kwanyar, 60 kilometer dari wisata
religi Gunung Geger di Kecamatan Geger, dan 15 kilometer dari mencusuar
peninggalan Belanda di Desa Sembilangan, Kecamatan Kota Bangkalan. Adalah warga
empat desa di Kecamatan Socah, yaitu Desa Jaddih Timur, Parseh, Sanggra Agung,
dan Rabasan, yang menemukan obyek wisata ini. Tepatnya, dua tahun lalu.
Kini, saat Lebaran, ribuan orang memenuhi lokasi "wisata baru" ini,
mulai anak-anak, muda-mudi, hingga orang tua. "Kami tidak lagi wisata
jauh-jauh, cukup ke Gunung Jaddih, bisa berjalan kaki dari rumah," kata
Masrudi, warga Desa Jaddih Timur, 30 Juli 2014.
Dulu, sebelum warga menyadari punya tempat wisata sendiri, Masrudi harus
menyisihkan uang minimal Rp 1 juta untuk menyewa mobil agar bisa membawa
seluruh keluarganya berwisata ke Pantai Rongkang saat Lebaran. "Sekarang
tidak perlu lagi. Anak-anak kadang berangkat sendiri ke Gunung Jaddih,"
ujarnya. Meski belum memadai, para wisatawan punya tempat favorit mereka di
Gunung Jaddih. Untuk wisata keluarga, lokasinya di sebelah barat gunung.
Hamparan rumput hijau sangat cocok untuk menggelar tikar dan makan bersama
keluarga. Di sebelah selatan ada tempat berkumpul muda-mudi yang sedang
kasmaran sekaligus tempat anak-anak motor untuk unjuk kebolehan gaya free style.
Sedangkan di sebelah utara khusus anak-anak berenang. Di situ tersedia kolam
renang sepanjang 10 x 6 meter dengan kedalaman kurang setengah meter.
"Dulu, ada orang gali batu, terus muncul sumber air, jadi diperlebar
sekalian jadi kolam renang gratisan," kata Sodiq, Sekertaris Desa Jaddih,
menuturkan riwayat kolam renang tersebut.
Terakhir, para pengunjung bisa naik ke puncak Gunung Jaddih dengan sepeda
motor. Dari puncak gunung ini, seluruh Kota Bangkalan dan Jembatan Suramadu
dapat terlihat dengan jelas. "Selama Lebaran, aktivitas tambang batu di
Gunung Jaddih diliburkan, supaya bisa digunakan berwisata warga di sini,"
tutur Sodiq.
Gunung Jaddih bukanlah gunung berapi. Gunung ini hanya berupa gundukan batu
kapur besar seluas sekitar 500 hektare yang mencakup tiga desa, yaitu Jaddih,
Rabasan, dan Parseh. Mayoritas warga mencari nafkah di gunung ini
Dalam bisnis skala kecil, batu kapur Gunung Jaddih diambil, kemudian dibakar
menjadi serbuk kapur untuk bahan campuran semen bangunan. Ada juga yang menjual
batu kapur menjadi batu bata atau batu fondasi untuk membangun rumah. Dalam
skala besar, batu kapur Gunung Jaddih dijual dalam bentuk batu urukan dengan
wilayah pasaran dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Pasuruan.
Memang jauh dari tempat wisata andalan di Bangkalan. Sekitar 20 kilometer dari lokasi wisata Pantai Rongkang di Kecamatan Kwanyar, 60 kilometer dari wisata religi Gunung Geger di Kecamatan Geger, dan 15 kilometer dari mencusuar peninggalan Belanda di Desa Sembilangan, Kecamatan Kota Bangkalan. Adalah warga empat desa di Kecamatan Socah, yaitu Desa Jaddih Timur, Parseh, Sanggra Agung, dan Rabasan, yang menemukan obyek wisata ini. Tepatnya, dua tahun lalu.
Kini, saat Lebaran, ribuan orang memenuhi lokasi "wisata baru" ini, mulai anak-anak, muda-mudi, hingga orang tua. "Kami tidak lagi wisata jauh-jauh, cukup ke Gunung Jaddih, bisa berjalan kaki dari rumah," kata Masrudi, warga Desa Jaddih Timur, 30 Juli 2014.
Dulu, sebelum warga menyadari punya tempat wisata sendiri, Masrudi harus menyisihkan uang minimal Rp 1 juta untuk menyewa mobil agar bisa membawa seluruh keluarganya berwisata ke Pantai Rongkang saat Lebaran. "Sekarang tidak perlu lagi. Anak-anak kadang berangkat sendiri ke Gunung Jaddih," ujarnya. Meski belum memadai, para wisatawan punya tempat favorit mereka di Gunung Jaddih. Untuk wisata keluarga, lokasinya di sebelah barat gunung. Hamparan rumput hijau sangat cocok untuk menggelar tikar dan makan bersama keluarga. Di sebelah selatan ada tempat berkumpul muda-mudi yang sedang kasmaran sekaligus tempat anak-anak motor untuk unjuk kebolehan gaya free style.
Sedangkan di sebelah utara khusus anak-anak berenang. Di situ tersedia kolam renang sepanjang 10 x 6 meter dengan kedalaman kurang setengah meter. "Dulu, ada orang gali batu, terus muncul sumber air, jadi diperlebar sekalian jadi kolam renang gratisan," kata Sodiq, Sekertaris Desa Jaddih, menuturkan riwayat kolam renang tersebut.
Terakhir, para pengunjung bisa naik ke puncak Gunung Jaddih dengan sepeda motor. Dari puncak gunung ini, seluruh Kota Bangkalan dan Jembatan Suramadu dapat terlihat dengan jelas. "Selama Lebaran, aktivitas tambang batu di Gunung Jaddih diliburkan, supaya bisa digunakan berwisata warga di sini," tutur Sodiq.
Gunung Jaddih bukanlah gunung berapi. Gunung ini hanya berupa gundukan batu kapur besar seluas sekitar 500 hektare yang mencakup tiga desa, yaitu Jaddih, Rabasan, dan Parseh. Mayoritas warga mencari nafkah di gunung ini
Dalam bisnis skala kecil, batu kapur Gunung Jaddih diambil, kemudian dibakar menjadi serbuk kapur untuk bahan campuran semen bangunan. Ada juga yang menjual batu kapur menjadi batu bata atau batu fondasi untuk membangun rumah. Dalam skala besar, batu kapur Gunung Jaddih dijual dalam bentuk batu urukan dengan wilayah pasaran dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, hingga Pasuruan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar