Minggu, 26 Oktober 2014

KISAH KU BERSAMA MU

KU MASIH KUAT
Pagi ini ku sambut mentari pagi . kulanggkah kan kaki menuju sekolah , meski tak ada lagi yang menyemangati ku . tak seperti dulu  saat dia ada di sisiku dia akan menyambut pagi ini dengan bunyi klakson motornya yang berisik tanda iya terlalu lama menunggu ku . dia akan melihat ku dan mengan tar kan ku , ke depan pintu dengan senyuman hangat nya .
Yah , tapi itu dulu ,saat dia berada di samping ku , kini tak ada lagi senyuman dari Ustman , yang ada hanyalah ada muka letih karna terlalu sayang sama orang lain , yang ada hanyalah kerut muka tanda bertambah usia .dulu aku berfikir betapa menyebal kan dia dengan seorang perempuan lainnya ,  tapi kini aku merindukan segala tutur katanya .
Betapa lembut belaian darinya , bahkan harum tubuh nya pun kini aku rindukan . aku menyadari beta penting nya iya di hidup ku kini pelita itu telah hilang seolah pergi tanpa bayang. Yang kucari tak lagi dapat ku temukan , hanya angan yanga tersisa saat kepergia dia , kurasakan kehilangan yang luar biasa , hati ku bergejolak , tapi ku lihat dia seolah ingin melawan takdir .
Hati ku begitu tersayat , raungan kepedihan begitu mendalam di hati ku , berkali-kali aku pingsan , menyebut kan nama dia tanpa sadar . yah, lagi-lagi itu dulu kini aku bersama orang lain memulai hidup baru , memulai menatap hidup kami kembali. Kini aku mulai menyongsong masa depan lagi-lagi meski tanpa dia di sisiku . aku mulai menerima kenyataan bahwa ustman telah tiada bersama ku.

Bayang-bayang suara ustman akan keinginannya , untuk agar aku menjadi dokter semakin membangkit kan emosi . Ustman , lihatlah aku , meski tanpamu kini aku bisa berdiri dan meraih impian , tapi ini semua tak lepas dari keinginan mu . akupun terus berjuang dan berusaha , dan tak pernah patah semangat dalam cita-cita ku dan dari keinginan mu. I LOVE YOU USTMAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar