KU MASIH KUAT
Pagi
ini ku sambut mentari pagi . kulanggkah kan kaki menuju sekolah , meski tak ada
lagi yang menyemangati ku . tak seperti dulu
saat dia ada di sisiku dia akan menyambut pagi ini dengan bunyi klakson
motornya yang berisik tanda iya terlalu lama menunggu ku . dia akan melihat ku
dan mengan tar kan ku , ke depan pintu dengan senyuman hangat nya .
Yah
, tapi itu dulu ,saat dia berada di samping ku , kini tak ada lagi senyuman
dari Ustman , yang ada hanyalah ada muka letih karna terlalu sayang sama orang
lain , yang ada hanyalah kerut muka tanda bertambah usia .dulu aku berfikir
betapa menyebal kan dia dengan seorang perempuan lainnya , tapi kini aku merindukan segala tutur katanya
.
Betapa
lembut belaian darinya , bahkan harum tubuh nya pun kini aku rindukan . aku
menyadari beta penting nya iya di hidup ku kini pelita itu telah hilang seolah
pergi tanpa bayang. Yang kucari tak lagi dapat ku temukan , hanya angan yanga
tersisa saat kepergia dia , kurasakan kehilangan yang luar biasa , hati ku
bergejolak , tapi ku lihat dia seolah ingin melawan takdir .
Hati
ku begitu tersayat , raungan kepedihan begitu mendalam di hati ku ,
berkali-kali aku pingsan , menyebut kan nama dia tanpa sadar . yah, lagi-lagi
itu dulu kini aku bersama orang lain memulai hidup baru , memulai menatap hidup
kami kembali. Kini aku mulai menyongsong masa depan lagi-lagi meski tanpa dia
di sisiku . aku mulai menerima kenyataan bahwa ustman telah tiada bersama ku.
Bayang-bayang
suara ustman akan keinginannya , untuk agar aku menjadi dokter semakin
membangkit kan emosi . Ustman , lihatlah aku , meski tanpamu kini aku bisa
berdiri dan meraih impian , tapi ini semua tak lepas dari keinginan mu . akupun
terus berjuang dan berusaha , dan tak pernah patah semangat dalam cita-cita ku
dan dari keinginan mu. I LOVE YOU USTMAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar